Minggu, 08 April 2018

Obituari, Catur Budi


Kematian tak bisa diprediksi. Misalnya saja: John Lennon mati ditembak penggemarnya sendiri, atau atlet peraih medali emas olimpiade Sergei Ginikrov, yang mati saat latihan. Mereka mati mendadak diumur yang terbilang muda, mendahului orang-orang yang dari segi umur harusnya lebih dahulu menjemput ajalnya. Namun itulah yang terjadi.
Selain tak dapat diprediksi, kepergiannya meninggalkan duka buat orang-orang di sekitaran mereka.
Ketika kematian hadir pada orang yang dekat denganmu, kau akan merasa tak percaya dengan apa yang kau lihat, dan mungkin lebih lanjut lagi, menyesali kenapa kematian itu dapat terjadi. Hal tersebut wajar saja dilakukan oleh orang-orang yang merasa kehilangan.
Lalu timbul pertanyaan dan pernyataan untuk membayar rasa penasaran, seperti: mati kenapa? Masih muda, ya? Anaknya berapa? Anaknya masih kecil, ya? Istrinya kerja apa? Dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya.
Lalu apa lagi? Kehidupan terus berjalan, dan tak mungkin diisi dengan kesedihan yang berkepanjangan.
Yang saya ingat, Catur orang yang betul-betul setia kawan. Sewaktu SMA, ketika saya memiliki beberapa masalah --entah saya benar atau salah,  ia akan datang membela. Dengan tersenyum ia akan meminta saya untuk menghadapinya, dan berjanji akan selalu berdiri dibelakang saya. Tentu saja Ini menambah kepercayaan diri saya.
Namun, beberapa tahun belakangan, kami jarang bertemu karena kesibukan. Saya terakhir kali bertemu dengannya ketika ia menikah, itupun hanya bertegur sapa sebentar. Setelah itu kami kembali ke kesibukan kami masing-masing hingga kabar kematiannya terdengar ditelinga saya.
Sempat ada slentingan, kalau menjelang lebaran bikin reuni kecil-kecilan, bersama kawan-kawan satu angkatan, untuk bertukar kisah dan kebahagiaan. Tapi, takdir memang tak bisa dilawan. Catur sudah pasti tak bakal datang.
Selamat jalan kawan. Kau salah satu orang baik yang pernah saya kenal.

3 komentar:

  1. Catur adalah teman sebangku pertamaku di SMA, saat Masa Orientasi Siswa saat itu di kelas X3, dan hari pertama kami langsung kena marah Pak Dul Jawat..

    BalasHapus
  2. Catur adalah orang yang membakar semangat kami saat pertandingan final liga smanaga axisa vs 2 ipa3 ipa 1.. saat itu kami ketinggalan 0-1.. kami benar2 tim underdog yg finalnya melawan tim yg belum terkalahkan sepanjang ajang liga smanaga.. melawan musuh betabur bintang dan skill terbaik dimasing2 lini.. namun keyakinan catur akan kemenangan dan bisa menundukan di pertandingan akhir ini membuat bara semangat kami kembali hidup dan menyalaaa.. Dan dengan tekad tampil all out dibabak kedua, kami berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan sampai akhirnya untuk menentukan siapa yang layak menjadi jawara liga smanaga harus dengan tos2an yaitu tendangan adu pinalti.. suasana dramatis menghinggapi kami semua... hingga akhirnyaaaa... yesss kami berhasil memenangkan adu pinalti ituuu... sungguh gegap gembita kecerian tersinar di raut wajah kami semua... mengalahkan tim yg belum pernah terkalahkan sepanjang laga.. dan sosok terpenting hingga kemenangan itu kami raih adalah semangat, kegigihan dan keyakinan diri Catur yang ia tularkan ke tim ini..
    Selamat jalan kawan.. kami yakin kau telah berada disisi terbaik Allah SWT..
    Kami yakin persahabatan ini tidak akan terputus hingga akhirat kelak kita berkumpul lagi

    BalasHapus
  3. Catur... teman satu smp, saya ingat waktu itu saya daftar sma berdua, dengan motor tiger cepernya, masukan data di aula sma berdua, karena kami dulu smp satu tim takraw yg juara 1 sekota madya, jadi lumayan bisa nambah point +1, alhasil kita berada diperingkat atas, dan satu kelas di kelas X-1, setiap hari saya nebeng tiger cepernya, saya dari pucang karena belum punya sim motor saya titipkan di rumah catur, trus saya berangkat nebeng pulang juga nebeng, terus berbulanbulan sampai saya punya sim baru saya ke sekolah naik motor sendiri,
    Orangnya keras, ngeyel, tp jiwa loyalitas kepada teman nomer 1,
    Kita juga sempat satu tim sepakbola di liga pengcab Magelang, waktu itu kita bermain di tim Indonesia muda, dia adalah bek sayap berkecepatan diatas rata2.. Larinya seperti dikejar rentenir, stamina doatas rata2, dibuktikan dengan juara 3 sprint 100 m sekota magelang, waktu itu saya juga ikut lomba sprint 100m,saya dengan catur perwakilan sma 3,
    Sempat membentuk fantastic four di kelas X-1, bersama martanto dan abud,
    Terlalu banyak kenangan bersama catur yg tidak bisa saya tuliskan satu2 disini... Selamat jalan kawan, terimakasih telah mengisi hari2 kami dulu dengan canda tawa, semoga kau tenang disana... Kabaikanmu tak akan pernah kita lupakan..

    Hermawan Trilaksana

    BalasHapus