Rabu, 03 April 2019

Panic Attack

Hal yang menyenangkan dari duduk dengan teman lama saya adalah: saya beroleh informasi tentang apa yang terjadi dengan teman-teman kami sekarang ini. Salah seorang teman saya bercerita, kalau ia sedang menderita panic attack. Ia sering merasa ketakutan, tetapi tak dapat menjelaskan apa penyebabnya. Terkadang ia jadi susah bernafas, dan terkadang tubuhnya gemetaran juga. Karena baru tahu ada penyakit seperti itu, saya tak mampu memberi saran apa yang harus ia lakukan.
Malamnya saya sempat browsing sebentar untuk mencari tahu. Dari apa yang saya baca, penyebab utamanya adalah rasa stres yang berlebih. Kalau cara mengatasinya, mungkin orang yang mengalaminya perlu memperbanyak melakukan hal-hal yang menyenangkan. Semisal: main-main keluar. Atau, bisa juga bercerita pada orang lain tentang perasaannya supaya perasaannya lebih lega.
Karena teman saya bercerita apa yang sedang ia alami, saya menyimpulkan kalau ia sedang berupaya mengobati dirinya sendiri.
Teman saya yang lain bercerita kalau salah seorang teman kami kondisinya sedang mengkhawatirkan. Ia sering ngamuk-ngamuk sendiri karena masalah percintaannya dengan perempuan yang ia suka. Penyebabnya terkadang sepele. Karena mengumpat mungkin dapat menentramkan hatinya, kami tak memarahinya.
Belakangan, teman saya yang sedang jatuh cinta tersebut mulai mengesalkan karena tak bisa mengontrol dirinya sendiri. Setiap kali ia bertemu dengan salah seorang dari kami, kami harus mendengarkan ceritanya. Ia selalu meminta saran, tapi, hampir dipastikan ia akan mengabaikannya. Logikanya kalah oleh rasa cintanya yang cukup dalam. Sangat menjengkelkan memang. Juga mengkhawatirkan.
Namun, sepertinya, kondisinya mulai membaik. Kami kemarin bertemu dan ia sudah tak uring-uringan lagi. Sudah tak banyak keluhan yang ia katakan kepada saya. Jadi saya tak perlu repot-repot memberi saran. Mungkin, ia mulai bisa memahami keadaan, kalau kisah cintanya sudah tak bisa dilanjutkan.
Saya sendiri juga bercerita kepada teman saya tentang kesehatan tubuh saya. Saya sempat cek asam urat dan hasilnya asam urat saya lumayan tinggi. Mungkin ini penyebabnya, kenapa akhir-akhir ini tubuh saya sering pegal-pegal. Akhirnya, saya memutuskan, dalam beberapa waktu ke depan, mau tak mau, saya harus mengucapkan selamat tinggal pada uritan.